Artikel ini menjelaskan tentang hubungan antara kelangkaan barang dengan permintaan dan penawaran.

Belakangan ini, kondisi curah hujan di beberapa wilayah Indonesia cukup tinggi, ya. Akibatnya, banjir tidak dapat dihindari, termasuk di Jakarta. Meskipun banjir sudah mulai surut dan masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal, peristiwa ini menyebabkan persediaan kebutuhan pokok mengalami kelangkaan loh, terutama kebutuhan pangan.

Kalau kamu pernah baca artikel tentang kelangkaan dan kebutuhan manusia, kamu pasti tahu, kelangkaan merupakan salah satu masalah dalam ekonomi yang harus segera ditangani demi kesejahteraan masyarakat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan, antara lain:

Perbedaan Letak Geografis

Masing-masing daerah memiliki kekayaan sumber daya alam yang berbeda-beda dan tidak tersebar secara merata. Ada daerah yang subur, sehingga sumber daya seperti sayur-mayur dan buah-buahan sangat berlimpah. Ada juga daerah yang tandus, namun kaya akan sumber daya seperti minyak bumi dan gas alam. Perbedaan inilah yang menyebabkan sumber daya menjadi langka.

sumber daya alam indonesia

Macam-macam sumber daya alam di berbagai wilayah Indonesia

(sumber: pengajar.co.id)

Pertambahan Jumlah Penduduk

Pertambahan jumlah penduduk selalu lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan produksi barang dan jasa. Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan ketersediaan barang dan jasa. 

Keterbatasan Kemampuan Produksi

Kemampuan produksi barang dan jasa didukung oleh beberapa faktor produksi, seperti sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Keempat faktor produksi ini terbatas jumlahnya, sehingga akan mempengaruhi produksi barang dan jasa itu sendiri. 

Bencana Alam 

Bencana alam merupakan salah satu faktor penyebab kelangkaan yang sulit diprediksi oleh manusia. Banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan berbagai bencana alam lainnya dapat menyebabkan kerusakan bangunan, menghancurkan sumber daya alam yang ada, hingga menimbulkan korban jiwa. 

gagal panen akibat banjir

Gagal panen akibat sawah terendam banjir (sumber: akurat.co)

Kamu harus tahu nih, kelangkaan suatu barang akan berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran barang itu sendiri. Nah, ada yang masih ingat apa bedanya permintaan dan penawaran? Ya, permintaan adalah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli konsumen pada berbagai tingkatan harga dalam periode waktu tertentu. Sementara itu, penawaran adalah keseluruhan barang dan jasa yang dijual produsen pada berbagai tingkatan harga dalam periode waktu tertentu.

Agar kamu lebih mudah memahami hubungan antara kelangkaan dengan permintaan dan penawaran ini, kita ambil contoh kasus ya. Misalnya, kasus kelangkaan kebutuhan pangan akibat banjir yang telah disebutkan pada pembukaan artikel tadi.

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia menyebabkan beberapa komoditas pangan terhambat produksinya, contohnya beras. Produksi yang terhambat ini membuat penawaran terhadap barang menjadi berkurang. Padahal, beras merupakan barang yang paling banyak dicari oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhasil, ketersediaan beras yang sedikit atau langka ini tidak mampu untuk memenuhi permintaan konsumen yang banyak. Akibatnya, harga beras akan menjadi mahal dari harga biasanya.  

Contoh kasus lainnya juga bisa terjadi saat menjelang perayaan hari besar, misalnya Hari Raya Idul Fitri. Mendekati perayaan Idul Fitri, biasanya umat muslim akan membuat aneka jenis makanan yang sama, seperti sayur ketupat dan opor ayam. Oleh karena itu, permintaan bahan baku untuk membuat sayur ketupat dan opor ayam akan lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya. Pada kondisi itu, jumlah barang yang tersedia sudah pasti tidak mampu memenuhi permintaan konsumen yang banyak. Akhirnya, barang yang ditawarkan lebih sedikit dari barang yang diminta. Harga barang juga menjadi jauh lebih mahal.

Nah, apakah kelangkaan ini bisa diatasi? Jawabannya, tentu saja bisa. Salah satunya, dengan upaya yang dilakukan pemerintah. Jika kelangkaan dapat diatasi dengan baik, maka hal ini akan menyebabkan permintaan dan penawaran seimbang. Artinya, barang yang ditawarkan sebanding jumlahnya dengan barang yang diminta. Harga barang juga bisa menjadi lebih stabil, tidak terlalu mahal atau terlalu murah.

Bagaimana, nih? Sekarang sudah tahu kan apa hubungannya antara kelangkaan dengan permintaan dan penawaran. Kesimpulannya, kelangkaan suatu barang akan menyebabkan permintaan barang tersebut semakin meningkat, sedangkan penawaran barang akan menurun. Akibatnya, harga barang itu juga jadi semakin mahal.

Referensi: akarpadinews.com, otnnaites.blogspot.com, quipper.com, kumpulanpembelajaransdsmp.blogspot.com, dapurimajinasi.blogspot.com quipper.com, ruangguru.com, zenius.net

This image has an empty alt attribute; its file name is iklan-nempel-di-post-1024x225.jpg

Nah sahabat Nata itulah Hubungan Kelangkaan dengan Permintaan dan Penawaran, jika kamu ingin belajar dengan efektif dan efisien dengan cara menghadirkan guru ke rumah, salah satunya ada program bimbel privat bandung di Nata Privat. Guru datang ke rumah siswa dan akan membimbing siswa dalam pembelajaran maupun menjadi partner dalam belajar atau teman dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Tunggu apalagi segera daftar di 081214140044. Semangat!

Tags: bimbel privat bandung, les privat bandung, guru privat bandung, guru les privat ke rumah bandung, guru privat ke rumah , guru privat ke rumah bandung, guru les privat bandung, les privat murah bandung, tempat les privat di bandung, bimbel bandung, belajar privat bandung, guru ke rumah bandung, guru les bandung,

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Chat via WhatsApp disini
.
klik icon panah/chat dibawah ini
Powered by