Sudah Siapkah Kamu Menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Saat ini dunia memasuki era baru yang disebut dengan era revolusi industri 4.0. Apakah Sahabat Nata sudah tahu mengenai revolusi industri 4.0?

Apa itu Revolusi Industri 4.0?

Singkatnya Revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data, yang pada akhirnya memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri.

Revolusi industri 4.0 sebenarnya juga sudah mulai berjalan di Indonesia. Terbukti dengan hadirnya beberapa startup baru seperti Traveloka, Go-Jek, Grab dan lain-lain yang telah memudahkan masyarakat, karena bisa memesan transportasi ataupun berbelanja hanya dalam satu genggaman smartphone.

SDM Indonesia Belum Memadai

Pakar ekonomi digital Yudi Candra menyoroti kualitas sumber daya manusia ( SDM) Indonesia di era digital. Menurut dia, SDM Indonesia saat ini belum berdaya saing mumpuni. Kehadiran tenaga kerja asing (TKA), kata Yudi, menunjukkan Indonesia belum mampu menciptakan SDM yang memiliki keterampilan dan berdaya saing sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini. “Kita sudah mulai memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang mana industri kita sudah mulai mengaplikasikan mesin dengan teknologi yang lebih canggih, sementara SDM kita belum bisa menyesuaikan makanya TKA terus masuk ke Indonesia,” kata Yudi dalam pernyataannya, Selasa (19/3/2019).

Yudi, yang juga CEO PT Duta Sukses Dunia tersebut menuturkan, dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai, ditambah jumlah SDM yang besar, pangsa pasar yang besar, Indonesia berpotensi menjadi negara tujuan investasi. Namun demikian, apabila tak diikuti dengan kemampuan dan mentalitas tenaga kerja lokal yang memadai, potensi itu hilang. “Bukan hanya produk yang kita impor, tenaga kerja pun harus mendatangkan dari negara lain. Ini bisa menjadi bencana jika tidak diantisipasi sejak dini,” sambung dia.

Di samping itu, merujuk Global Talent Competitiveness Index, sambungnya lagi, saat ini kualitas tenaga kerja Indonesia berada di peringkat 77 dari 119 negara. Yudi memandang, ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional. Untuk itu, pemerintah harus mampu menghadirkan pendidikan dan pelatihan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja saat ini. Juga diperlukan revolusi mental menyeluruh yang mampu membuat Indonesia bersaing di mata dunia. “Siapa pun pemimpinnya nanti, peningkatan SDM nasional sudah menjadi harga mati,” terang Yudi.

Wah, ternyata persaingan semakin sengit ya. Apa kalian sudah siap menghadapi revolusi industri 4.0? Sebagai generasi masa depan, kita tidak boleh berleha-leha. Usaha kita dapat dimulai dari mengukir prestasi di kelas. Jadi bagaimana nih prestasimu di kelas?

Kalau kamu masih merasa kurang dalam pelajaran di kelas, sepertinya kamu membutuhkan guru privat. Dengan guru privat, kamu akan dibimbing untuk belajar hingga kamu bisa. Apalagi waktu dan tempatnya bisa diatur sesukamu. Yuk buruan daftar di Nata Private!

Sumber:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *