Mau Belajar Past Tense Dengan Mudah? Yuk Lihat Tips Belajar Past Tense Part II!

Halo Sahabat NATA, buat kalian yang masih penasaran lanjutan dari artikel sebelumnya tentang kelompok kata kerja dalam Past Tense dan tips belajar past tense lainnya, yuk lihat artikel dibawah ini!

1. Yuk kenalan dengan 2 kelompok kata kerja: Si Teratur dan Si Acak_Kadoel, supaya belajar Past Tense jadi lebih mudah!

Nah, ini dia jawaban untuk kebimbangan di atas. Sejumlah kata kerja emang nggak suka ngikutin aturan yaitu menambah akhiran ed/d sebagai ekor. Kita belajar kelompok Verb yang tak mau ikut aturan, disebut Irregular Verbs alias si Acak_Kadoel. Kelompok ini emang lebih suka ngacak-ngacak berantakan daripada keteraturan. Tak seperti Regular Verbs alias si Teratur.

Pada poin ketiga, kamu udah kenalan sama si Teratur (Regular Verbs). Itu lho kelompok yang ngubahnya gampaaaaang banget. Tinggal kasi akhiran –ed atau –d. Nah, saatnya sekarang berjabat tangan sama si Acak_Kadoel.

Contoh:
Verb1 – Verb2 – Verb3

  • Come – Came – Come
  • Do – Did – Done
  • Eat – Ate – Eaten
  • Find – Found – Found
  • Get – Got – Gotten
  • Go – Went – Gone
  • Give – Gave – Given

Itu dia beberapa contoh si Acak_Kadoel. Trus kalo udah tau perubahannya, mau diapain? Ya bikin kalimat Past Tense. Ingat, menggunakan kata kerja Verb 2 dan Verb 3 saja ya. Verb 2 itu untuk Simple Past sedangkan Verb 3 digunakan dalam Past Perfect.

2. Belajar Past Tense harus tahu WAS atau WERE. Kalo Subyeknya berame-rame pilih kata yang lebih panjang ya, biar lebih buanyak.

Adakah yang masih bingung penggunaan Was – Were? Biasanya To Be ini digunakan dalam Simple Past atau Past Continuous. Kalau dalam Present Tense kamu berkenalan dengan gengnya si Dewi_Aiyu dan si Shithi, tapi di sini hanya perlu inget satu hal. Kalo subyeknya berame-rame, ya pilih kata yang lebih panjang.

Coba kita lanjut ke contoh ya:
I … her boyfriend last year.
We … at Yuna’s house yesterday.

Untuk melengkapi 2 kalimat tersebut kamu perlu menambahkan was atau were. Bisakah kamu melengkapinya? Yap, kalimat pertama itu Was sedangkan yang kedua dilengkapi dengan to be Were.

Jadi, penggunaan WAS untuk subyek berjumlah satu orang atau sendiri. Misalnya: She, It, He, I, Anita, Rosi, Hery, dll. Pokoknya hanya satu orang deh.

Sedangkan to be WERE diperuntukkan bagi subyek berjumlah lebih dari satu. Misalnya: They, We, You, Anita-Rosi-Hery, Tom-Jeri, dll. Untuk subyek You, sendiri ataupun berbanyak tetep pake WERE.

Gampang kan? Jika kamu paham penggunaan to be Was dan Were, belajar Past Tense bukanlah tugas sulit.

3. HAD bukan tipe yang suka memilih subyek. Ia bahkan mau dipasangkan sama siapa ajah. Wah wah…

Tak seperti Was – Were yang suka milih subyek, Had bukan tipe pemilih. Ia bisa akur dengan subyek apapun, entah Subyeknya suka ngumpul berame-rame ataupun sendiri.  Had biasanya ditemui dalam kalimat Past Perfect dan Past Perfect Continuous.

Misalnya:

  1. She had had her lunch so she wasn’t hungry.
  2. They had already gone when I arrived.
  3. It had been raining all night so the ground was wet.

Intinya, Had milik semua subyek, tak peduli mereka berjumlah satu orang atau lebih.

Jadi sudah paham kan tips buat belajar past tense dengan cara yang asik dan mudah? Nah, kalau kalian butuh guru privat bahasa inggris yang bisa dateng ke rumah atau butuh penerjamah bahasa asing bisa hubungi kami NATA Privat dan NATA Translator yang menyediakan jasa tersebut. Langsung hubungi 0812-1414-0044.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *