Kenali Filsuf dalam Pendidikan Anak

Related image
Sumber: BoxOfClue

Hai Sahabat NATA! Kali ini kita akan membahas mengenai para filsuf pendidikan anak usia dini. Awalnya pendidikan untuk anak usia dini diselenggarakan tanpa terprogram, terutama dalam keluarga, dan tanpa didasari sekarang semakin dibutuhkan pengetahuan yang memadai tentang bagaimana anak bertumbuh, berkembang,dan belajar. 

Keadaan itu masih saja terjadi terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di negara kita, meskipun hasil penelitian telah menunjukan betapa pentingnya pemberian stimulasi semenjak anak usia dini untuk mengoptimalkan perkembangannya setelah dewasa. 

Sekarang kesadaran tentang pentingnya pendidikan anak usia dini telah muncul, pendidikan anak usia dini lebih dipandang sebagai sesuatu yang esensial untuk mengoptimalkan perkembangan anak. 

Dengan kesadaran terhadap pentingnya perkembangan anak dan pentingnya pelayanan perkembangan anak, muncul pulalah minat untuk mempelajari tentang perkembangan dan pandangan-pandangan pada ahli tentang perkembangan anak. Mempelajari bagaimana anak berkembang, anak belajar, dan membicarakan konsep-konsep bagaimana memperlakukan dan bagaimana membelajarkan anak merupakan persoalan filsafat pendidikan anak. 

Artikel ini membahas tentang pemikiran-pemikiran para ahli yang membicarakan atau membahas bagaimana anak berkembang, anak belajar dan pelayanan yang harus diterima agar anak usiadini memperoleh pelayanan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhannya. Pembahasan pemikiran-pemikiran para ahli tentang pendidikan anak merupakan filsafat tentang pendidikan anak usia dini. Selanjutnya, pemikiran-pemikiran filsafat para ahli akan melahirkan konsep-konsep penting tentang pendidikan anak usia dini.

1. Filosofi Islam

Image result for islamic philosophy
Sumber: Aeon
Pemikir utama pendidikan anak usia dini adalah Nabi Muhammad S.A.W. Beliaumerupakan tokoh pendidikan yang menganjurkan pendidikan harus dimulai sejak kecil. Beliaulah yang menganjurkan pendidikan sebagai proses “life long of education”.
Sabba Rasulullah saw menebutkan: “Utlubul’ilma minal mahdi illal lahdi”, (tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat). 
Sabda ini memberikanpetunjuk yang tegas tentang pendidikan semenjak usia dini. Sabda ini menekankan bahwa pendidikan merupakan proses yang kontinuitas mulai anak dalam gendongan orang tua sampai manusia meninggal duni. Sabda ini memberi makna bahwa pendidikan itu penting dan tidak ada kata berhenti untuk belajar untuk memperoleh ilmu.

2. Ki Hajar Dewantara

Image result for ki hajar dewantara
Sumber: Edukasi Kompas
Dewantoro berpendapat bahwa anak-anak adalah mahluk hidup yang memiliki kodratnya masing-masing. Kaum pendidik hanya membantu menuntun kodratnya tersebut. Jika anak memilki kodrat yang tidak baik, maka tugas pendidik untuk membantunya menjadi baik. Jika anak sudah memiliki kodrat yang baik, maka ia akan lebih baik lagi jika dibantu melalui pendidikan.

Kodrat dan lingkungan merupakan konvergensi yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. 

Untuk rentang usia dalam pendidikan dibagi menjadi 3 masa, yaitu (1) masakanak-kanak/kinderperiod usia 1 – 7 tahun, (2) masa pertumbuhan jiwa dan pikiran usia 7– 14 tahun, (3) masa soialperiod atau terbentuknya budi pekerti usia 14 – 21 tahun. 
Sesuai dengan rentang usia tersebut, maka cara mendidik untuk masa kanak-kanak adalah dengan memberi contoh dan pembiasaan, untuk masa pertumbuhan jiwa dan pikiran dengan cara pengajaran dan perintah/paksaan/hukuman, dan untuk masa sosial period dengan cara laku dan pengalaman lahir batin. 
Dewantoro juga peduli dengan anak usia dini, dimana pada tanggal 3 juli tahun 1922 di Yogjakarta beliau mendirikan ”Taman Siswa” diperuntukan bagi anak usiadibawah 7 tahun dengan nama ”Taman Anak” yang seterusnya dikenal dengan ”TamanIndria”. Perkembangan Taman Siswa berikutnya berdiri sekolah rendah (sekolah dasar) dan sekolah lanjutan pertama. 
Pembagian sekolah rendah disesuaikan dengan perkembangan anak menjadi dua bagian yaitu bagian ”Taman Anak” dari kelas I sampai dengan kelas I II untuk anak berumur 7 sampai 9 tahun dan ”Taman Muda” dari kelas IV sampai dengan kelas VI untuk anak usia 10 sampai 12 tahun. Taman Indria bersemboyan ”tut wuri handayani” artinya bahwa taman ini memberi kebebasan yang luas selama tidak membahayakan anak.
Image result for ki hajar dewantara
Sumber: 1001 Indonesia

Sistem yang dipakai adalah sistem ”among‟

dengan maksud memberi kemerdekaan, kesukarelaan, demokrasi, toleransi, ketertiban, kedamaian, kesesuaian dengan keadaan dan hindariperintah dan paksaan. Sistem ini mendidik anak menjadi manusia yang merdekabatinnya, merdeka pikirannya dan merdeka tenaganya serta dapat mencari pengetahuansendiri. Filosofi ki Hajar Dewantoro yang dianut adalah asah, asih, dan asuh.
Nah itu dia info menarik mengenai filsuf dalam pendidikan anak usia dini. Apakah anda tertarik menerapkan pemikiran para filsuf tersebut?  Kami NATA Private siap membantu anda meningkatkan minat baca si buah hati dengan menyediakan jasa guru privat calistung  terbaik untuk anda.  Berminat? Langsung aja hubungi admin 081214140044.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *